Rabu, 13 Agustus 2014

Status



Ingin rasanya menyerah
Berbalik badan
Menghapus semua tentangnya
Menyelesaikan hubungan ini
Namun aku masih sayang kepadanya
Aku masih ingin mencoba menjalani ini semua
Berharap akan ada waktu nya untuk kita berdua bahagia
Tapi aku lelah menjalani ini semua
Disaat Aku butuh dia tak ada ......
Aku sakit dia tak ada .....
Aku pulang malam pun dia tak  menjemputku ....
Aku harus bagaimana
Menyelesaikan ini semua
Atau mengakhirinya?



Bertepuk sebelah tangan







Jatuh cinta kepadanya memang menyakitkan

Acuh ...

Dingin ...

Begitulah sikapnya kepadaku

Aku hanya berani memandanginya dari kejauhan

Aku tak berani untuk berbicara dengan nya

Hanya untuk sekedar say hello pun aku tak sanggup

Tuhan sampai kapan aku seperti ini

Mengharapkan cinta yang tak pasti

Aku seorang wanita

Aku tak mungkin memulai duluan

Biarkan lah rasa ini mengalir dengan sendiri nya

Berharap ia mengetahui

Dan membalas rasa cinta ku ini .......











 


Sabtu, 08 Juni 2013

TUJUAN EKONOMI

Jika kebijakan ekonomi tidak dijalankan maka di dalam suatu negara yang akan terjadi tidak akan stabilnya perekonomian di suatu Negara. Di dalam ekonomi tujuan yang penting meliputi:
1.       Stabilitas ekonomi
Banyak hal yang mempengaruhi stabilitas ekonomi dimana bila salah satunya ada yang naik dampaknya akan mempengaruhi seluruh sektor.
Contoh : kenaikan harga BBM.
2.       Pertumbuhan ekonomi
Terjadi pertumbuhan di sektor produksi. Kebutuhan seseorang akan bertambah dan tidak ada habisnya. Masalah ini dapat diatasi dengan cara menaikkan produksi yang akhirnya berdampak pula terhadap ekonomi.
3.       Pemerataan ekonomi
Bagi Negara lain ada yang menganggap Indonesia telah maju dalam hal ekonomi,namun ada juga yang menganggap Negara Indonesia belum maju dalam hal ekonominya. Ada yang merasakan namun ada juga yang tidak merasakan ekonomi sehingga muncul teori dualisme ekonomi.
Makassar, Jakarta, bandungdan sebagainya hanya kota ini saja yang berkembang di Indonesia padahal ada beribu-ribu kota di Indonesia.

Jika harga harga naik maka akan terjadi Inflasi. Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain: konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang.
Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.
·         Macam-macam Inflasi
Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi
a. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun
b. inflasi sedang antara 10%—30% setahun
c. berat antara 30%—100% setahun
d. dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.

·         Sebab-sebab terjadinya Inflasi
Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan dan yang kedua adalah desakan produksi dan/atau distribusi. Untuk sebab pertama lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan moneter (Bank Sentral), sedangkan untuk sebab kedua lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan eksekutor yang dalam hal ini dipegang oleh Pemerintah seperti fiskal, kebijakan pembangunan infrastruktur, regulasi, dll.
Yang akan berdampak pada:
Harga barang naik
Jika harga barang naik maka akan berdampak pada menurunnya produksi dan keuntungan perusahaan pun menurun. Ketika perusahaan tidak bisa melakukan produksi maka perekonomian pun akan hancur perlahan lahan. Konsumen cenderung membeli barang jika harganya murah.kemungkinan orang akan mengganti pola konsumsinya atau mengganti dengan barang lain.

v  Bunyi hukum permintaan :
Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”
v  Bunyi hukum penawaran:
“Semakin tingi harga, semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditwarkan.”

Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).
Kurva Permintaan dan Penawaran
Kurva Permintaan
Akibat dari adanya hukum permintaan tersebut kurva permintaan menjadi miring dari kiri atas ke kanan bawah, sehingga kurva permintaan dikatakan mempunyai kemiringan negatif, karena variable – variable yang bekerja dalam pemintaan bekerjanya berlawanan arah. Kurva permintaan tidak mungkin menyentuh sumbu P karena berapapun harganya pasti ada konsumen yang bersedia untuk membeli barang yang dihasilkan.
Kurva Penawaran
Kurva penawaran mempunyai kemiringan positif artinya variable-variabelnya bekerja dalam arah yang sama. Kurva penawaran miring dari kiri bawah ke kanan atas.
Pergeseran Kurva Permintaan dan Penawaran
Ø  Pergeseran Kurva Permintaan
Kurva permintaan dikatakan mempunyai kemiringan negatif. Ia miring dari kiri atas ke kanan bawah. Kurva permintaan ini bisa bergeser disepanjang kurva permintaan apabila terjadi perubahan harga dan perubahan jumlah barang yang diminta.
Sedangkan pergerakkan kurva permintaan hanya bisa terjadi apabila jumlah barang berubah. Kurva permintaan dikatakan bertambah apabila kurvanya bergerak ke kanan atas dan dikatakan berkurang apabila kurvanya bergerak ke kiri bawah.
Ø  Pergeseran Kurva Penawaran
Sifat kurva penawaran dalam pergesaran dan pergerakkan kurva hampir sama dengan yang terjadi pada kurva permintaan hanya gambar kurva penawaran miring dari kiri bawah ke kanan atas. Selanjutnya kurva penawaran dikatakan bertambah apabila kurvanya bergerak ke kanan bawah dan dikatakan berkurang apabila kurvanya bergerak ke kiri atas.
 Faktor yang mempengaruhi tingkat permintaan (demand)
Perilaku konsumen/selera konsumen
saat ini handphone Samsung  sedang trend dan banyak yang beli,tetapi beberapa tahun yang akan datang mungkin sudah dianggap kuno.
2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
   Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meisis,selai dan margarin akan
   turun permintaannya.
3. Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya tunjangan gaji dan pendapatan yang besar dapat membeli banyak barang
yang dia inginkan,tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya.
4. Perkiraan harga dimasa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik,maka orang akan menimbun atau membeli
ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/solar.
 5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung/flu babi sedang merebak,produk masker pelindung akan sangat laris.
pada bulan puasa permintaan buah kurma,blewah,timun suri,sirup akan meningkat.

Faktor – faktor yang Mempengaruhi Penawaran (Supply)
Faktor – faktor yang menyebabkan hukum penawaran tak berlaku atau keadaan menjadi tak ceteris paribus lagi adalah :
1. Biaya produksi dan Kemampuan produsen
 untuk berproduksi menggunakan teknologi Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.

Selasa, 30 April 2013

Masalah Ekonomi


RESUME

Masalah ekonomi memiliki masalah yang banyak sekali. Ekonomi merupakan problema yang besar. Salah dalam mengambil keputusan akan berdampak fatal begitupun sebaliknya jika benar dalam mengambil keputusan akan berdampak baik bagi kehidupan. Masalah lingkungan yang terjadi saat ini hampir sebagian besar lingkungan rusak oleh orang-orang ekonomi.
Sehingga berdampak bumi menjadi semakin panas,kutub utara  mencair akibat dari perilaku orang ekonomi yang suka seenaknya mementingkan keuntungan namun tidak memikirkan dampak dari apa yang mereka lakukan.
Alibat yang ditimbulkan dari masalah ekonomi yaitu:
1.      Kemiskinan
negara kita dulunya produktifitasnya rendah berdampak pada pendapatan negara kita yang rendah, uang yang di dapat hanya bisa digunakan untuk kebutuhan kita saja.
Berawal dari SDM rendah produktifitas negara kita menjadi rendah,pendapatan rendah,tabungan rendah,investasi pun juga menjadi rendah begitu-gitu saja indonesia dari dulu hingga sekarang.
2.     Kependudukan
3.     pengangguran
4.     Inflasi
Inflasi adalah kondisi dimana ada kecenderungan harga-harga naik pada saat jumlah uang yang beredar.
5.     Kegagalan pasar
6.     Pemerataan
Tujuan dari kebijakan ekonomi:
a)     Efisiensi
Pemborosan yang dilakukan oleh warga negara harus dikurangi
b)    Pertumbuhan ekonomi
Pertumbuhan produk harus bertambah dan berkembang jangan hanya mampu memproduksi namun juga harus mampu menjual sehingga produksi dan penjualan menjadi seimbang.
c)     Stabilisasi ekonomi
Kebijakan ekonomi yang dibuat salah satunya bertujuan agar ekonomi di dalam suatu negara menjadi stabil pendapatan yang diperoleh bisa digunakan sesuai dengan rencana awal.
d)    Pemerataan
Agar tidak ada kesenjangan antara si kaya dan si miskin sehingga rata semuanya.

TAMBAHAN MATERI


Masalah Pokok Ekonomi
Teori-teori mulai muncul untuk mencoba mengidentifikasi maslah ekonomi apakah yang sebenarnya yang dihadapi manusia di muka bumi ini. Secara umum ada dua buah teori umum yang mencoba untuk menjelaskan permasalahan yang ada dalam ekonomi, yaitu pokok masalah ekonomi secara klasik dan modern.

1.         Pokok Masalah Ekonomi Klasik
Pokok masalah ekonomi klasik merupakan bahasan teori ekonomi klasik. Teori ini berdasarkan pemikiran Adam smith, David Ricardo, dan Jhon Stuart Mill yang mendominasi pemikiran ekonomi sampai tahun 1870-an. Teori ekonomi klasik melihat pentingnya  masalah ekonomi sebagai kesatuan dari proses produksi, distribusi, dan konsumsi untuk kesejahteraan (kemakmuran), dalam hal ini amat menekankan kekuatan pasar sehingga menolak campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi.
Masalah ekonomi klasik adalah ekonomi yang dilihat dari sudut pandang sederhana. Pada dasarrnya pemikiran ini bertujuan pada satu hal, yaitu kemakmuran. Pemecahan masalah ini adalah dengan melakukan apapun yang dianggap perlu agar kemakmuran dapat dicapai. Yang disebut sebagai kemakmuran adalah situasi dimana semua barang dan jasa yang dibutuhkan manusia telah tersedia. Apabila dirincikan masalah ekonomi klasik dilihat dari segi produksi, distibusi, dan konsumsi
a.       Masalah Produksi
Permasalahan produksi adalah permasalahan bagaimana memproduksi semua benda (barang dan jasa) yang dibutuhkan masyarakat banyak.
b.      Masalah distribusi
Masalah distribusi terletak pada bagaimana supaya benda-benda pemuas kebutuhan bisa sampai ke tangan konsusmen yang membutuhkannya. Seperti yang telah diketahui , barang dan jasa yang tidak sampai ke tangan konsumen yang tepat, tidak ada nilai gunanya, dan tidak dapat memuaskan kebutuhan.
c.       Masalah Konsumsi
Masalah konsumsi menyangkut  masalah apakah benda pemuas kebutuhan yang diproduksi memang benda  yang dapat dimiliki oleh konsumen. Barang  yang diproduksi haruslah barang yang tepat, yaitu barang yang memang dibutuhkan, diinginkan, dan mampu dibeli oleh konsumen.

2.         Pokok Masalah Ekonomi Modern
Pokok permaslaaan ekonomi modern terangkum dalam dua kata kunci, kelangkaan dan pilihan. Yang pertama menjadi penyebab yang kedua sehingga muncul empat pertanyaan mendasar tentang what, how, who, dan for whom tersebut. Walaupun setiap masyarakat menghadapi pertanyaan yang sama, namun cara mengatasinya berbeda. Perbedaan cara ini lah yang melahirkan sejumlah sistem ekonomi.
Kita dapat mendefinisikan empat maslaah fundamental perekonomian yang dihadapi setiap masyarakat di era modern.
a.       Apa (What)
Barang dan jasa apa saja yang akan  diproduksi dan dalam jumlah berapa, harus ditentukan. Dari sekian banyak barang dan jasa, manakah yang harus dipilih untuk diproduksi. Keputusan produksi tidak lagi hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan, namun juga untuk menghasilkan keuntungan maksimum.
b.      Bagaimana (How)
Dengan cara bagamana proses produksi akan dilakukan? Apakah akan mendatangkan keuntungan yang besar? Apabila terdapat barang modal berupa bangunan apakah akan dijadikan kantor atau gudang? Bila  terdapat sebidang tanah apakah akan digunakan? Ditanami padi, jagung, atau tebu?.
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu harus dijawab dengan bijaksana. Salah melakukan produksi akan berakibat pada kerugian, Kelebihan atau kekurangan produksi juga dapat menimbulkan kerugian, karena aktivitas produksi membutuhkan biaya.
Dengan cara bagaimana (who) proses produksi akan dilakukan? Maksudnya adalah siapa yang akan melaksanakan, menggunakan sumber daya  apa saja, dengan teknologi apa barang-barang tersebut dihasilkan, dan seberapa besar skala produksinya. Hai ini dibutuhkan dalam  rangka penyesuaian perkembangan zaman. Beberapa faktor yang terlibat dalam pengambilan keputusan ini yaitu:
-          Pilihan kombinasi sumber daya yang digunakan
-          Perencanaan proses produksi untuk mendapatkan keuntungan
-          Penentuan teknologi yang digunakan
-          Pertimbangan faktor eksternal: harga, perekonomian, suku bunga, biaya produksi, inflasi, valuta asing dan lain-lain.
c.       Siapa pelalu Produksi (Who)
Di zaman modern,  banyak pihak yang bisa melakukan produksi seperti, pemerintah, swasta, atau koperasi. Inilah salah satu modernisasi, yaitu spesialisasi. Spesialisasi berarti setiap pihak memiliki keterampilan dan keahlian khusus  yang tidak dimiliki pihak lain.
Pertimbangan mengenai pelaku produksi merupakan hal yang penting  karena setiap pihak memiliki kelebihan untuk memproduksi lebih baik.
d.      Untuk siapa (For Whom)
Untuk siapa (for whom) barang di produksi apakah untuk segmen pasar tertentu, atau  masyarakat umum.
Akibat yang ditimbulkan dari masalah ekonomi:
·        Tingginya jumlah pengangguran
Masalah ekonomi yang satu ini dari tahun ketahun kian bertambah. Belum ada solusi yang tepat dari pemerintah untuk mengatasi tingginya angka pengangguran sampai saat ini. Minimnya lapangan pekerjaan menjadi faktor penyebab masalah ini.
·        Tingginya biaya produksi
·        Kebutuhan pokok semakin langka
·        Nilai Infansi yang tinggi
·        Suku bunga perbankan terlalu tinggi
·        Keputusan pemerintah kurang tepat



Sumber:

http://ghendri85.wordpress.com/ekonomi-2/permasalahan-ekonomi/
http://obrolanekonomi.blogspot.com/2012/12/beberapa-masalah-ekonomi-di-indonesia.html